my KUTAI TIMUR

Home » Profil

Profil

Hannah Al Rasyid: Seksi, Berbahaya dan Humoris

Hannah_05dlm

BANYAK bule gila (bugil) jadi artis di Indonesia. Salah satunya Hannah Al Rashid (24). Mengawali karier sebagai model klip Yovie & Nuno untuk lagu Dia Milikku, cewek berkewarganegaraan Perancis ini kemudian didapuk menjadi MTV Guest VJ selama beberapa bulan. Hengkang dari MTV, ia bermain komsit Awas Ada Sule (AAS) yang tayang di Global TV.

Beberapa tawaran sinetron stripping ditolaknya. Namun, Maret ini ia dipastikan memulai debut film berjudul Hafalan Shalat Delisa besutan Sony Gaukasak.

Dengan bahasa Indonesia yang lancar, tak ada masalah bagi Hannah meniti karier. “Alhamdulillah ada tawaran video klip dari Mas Yovie. Sejak itu jalannya jadi terbuka. Malah, saya jadi langganan model klip Yovie & Nuno. Selain ‘Dia Milikku’, juga ‘Janji Suci’ dan ‘Sejuta Cinta’. Kayaknya saya dikontrak mati mereka nih, hehehe,” kata Hannah, yang dinominasikan sebagai model video klip terbaik Inbox Awards 2008 lalu.

“Alhamdulillah video klip booming, bisa dapat banyak tawaran. Sampai sekarang pun kalau kasting, orang kenalnya saya sebagai model klip Yovie & Nuno. Thanks banget buat Mas Yovie,” ucapnya manis.

Hannah Al Rashid 3

Keseharian Hannah diwarnai gelak tawa. Tak peduli tempat dan waktu, sampai teman-temannya baik di London, Yogyakarta, dan Jakarta menjulukinya bugil.

“Saya sih senang karena memang saya orangnya rada ‘gila’ dan suka tertawa. Makanya, dari pertama kali hangout sama teman-teman Indonesia di London, kuliah di Yogya, sampai kerja di MTV, saya dipanggil bule gila, hahaha,” kata Hannah berseloroh.

Kegilaan Hannah ternyata makin menjadi setelah bermain di AAS. Awalnya, ia kesulitan beradaptasi. Apalagi lawan mainnya Sule dikenal sebagai komedian yang mampu membuat orang tertawa terpingkal-pingkal.

“Awalnya berperan sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak. Dia seorang ningrat. Jadi agak kaku. Tapi, lama-lama muncullah karakter asli saya. Kelucuan dan kebegoan keluar. Bikin peran sekarang kadang jadinya kelihatan tolol banget,” cerita putri sulung dari tiga bersaudara pasangan Aidinal-Anne Marie ini.

Salah satu cara mengimbangi Sule, kata Hannah, menimpali setiap omongan Sule dengan bahasa Perancis hingga membuatnya kehabisan kata-kata.

“Sempat beberapa kali pakai bahasa Perancis. Sule sampai bingung. Kebetulan pas main di Opera Van Java (OVJ), saya juga begitu. Sule dikerjai. Oleh tim kreatifnya, saya enggak boleh pakai Inggris dan Indonesia. Bolehnya Perancis saja. Dia bingung sampai ngambek. Besoknya saya diingatkan dia, supaya jangan ngomong Perancis lagi,” kenang Hannah bersemangat.

“Ternyata pas ketemu di Awas Ada Sule, dia kaget ada saya,” lanjutnya terkekeh. Main bersama Sule diakui Hannah pengalaman berharga. “Saya suka banget dia. Orangnya lucu dan asyik. Bahkan, mama saya kalau nonton Sule di TV kabel di Inggris, walaupun enggak ngerti bahasa Indonesia, dia tertawa ngakak. Katanya, Sule itu kayak Mr Bean. Enggak usah ngomong saja, orang yang nonton sudah tertawa,” kata Hannah. “Saya beruntung banget mendapatkan ini daripada main di sinetron drama. Syuting seharian tertawa terus,” kata Hannah.

Hannah tentu saja tidak ingin terjebak pada satu karakter saja. Karena itu, ia menjajal main film yang diangkat dari novel karya Tere Liye dengan judul sama. “Alhamdulillah tawaran sinetron lumayan banyak. Tapi untuk sementara saya belum siap ambil sinetron. Pengin coba yang lain dulu,” sebutnya meyakinkan.

“Makanya saya ambil film dulu. Ceritanya menarik dan menyentuh. Tentang perjuangan seorang anak berumur lima tahun bernama Delisa menghadapi bencana tsunami. Jadi nanti saya berperan sebagai suster yang datang dari luar negeri sebagai volunteer. Untungnya, saya pakai bahasa Inggris. Jadi kali ini enggak usah terlalu fokus ke bahasa, tapi aktingnya,” kata Hannah, berharap aktingnya memuaskan.

Akting bukan hal baru lagi bagi Hannah. Ketika kecil, ia pernah ikut teater dan orkestra. Hingga berani menyebut dirinya seniman. “Setiap hari Sabtu ikut sekolah teater di London. Amy Winehoue, Billie Piper, dan Baby Spice juga pernah di sana. Saya juga senang ikut ekstrakurikuler. Waktu itu sih buat menyalurkan hobi,” cerita Hannah.

Kerasnya hidup di London juga mendorong cewek berambut panjang ini mengikuti olahraga bela diri, sampai terpilih masuk tim nasional karate Inggris. Sejumlah kejuaraan di Asia dan Eropa pun diikuti. Hasilnya, tidak mengecewakan. “Saya juga pernah melatih. Senang banget,” serunya.

Tahu kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di Indonesia sangat besar, bersama dua puluh temannya dari berbagai negara, pada 2006 ia menimba ilmu di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan di Universitas Muhammadiyah Malang.

Tidak sulit bagi Hannah beradaptasi dengan budaya Timur. Yang bikin ia kurang nyaman, kerap diganggu cowok-cowok iseng.

“Setiap jalan pasti diganggu. Dipikir mereka saya enggak ngerti bahasa Indonesia. Tapi begitu saya ngomong dengan intonasi galak, mereka kaget, hehehe,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa dirinya tomboy, meski sekarang ia sudah mulai berani merias dirinya setelah terjun ke dunia akting. “Saya menyenangi humor, dan jika kamu tidak bisa tertawa, maka kamu kan bersedih sendirian,” katanya.

Aktris cantik ini mengaku memiliki perhatian lebih terhadap laki-laki yang memiliki kemampuan untuk membuat dirinya senang dan tertawa. “Saya senang laki-laki yang humoris,” katanya. []


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: