my KUTAI TIMUR

Home » Pemerintahan » Perusahaan Pertambangan Tak Berizin Akan Ditindak

Perusahaan Pertambangan Tak Berizin Akan Ditindak

[Sangatta]: Sebanyak 12 perusahaan pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur bakal dilaporkan ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat karena tidak memiliki izin resmi terkait angkutan sungai dan pembangunan pelabuhan.“Berdasarkan hasil pendataan, monitoring dan evaluasi tentang perizinan terminal khusus, log pond perusahaan dan surat persetujuan pengoperasian kapal angkutan sungai, ke-12 perusahaan itu telah beroperasi tanpa izin resmi, bahkan beberapa di antaranya hanya menggunakan rekomendasi yang sudah tidak berlaku lagi,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kutim Drs H. Johansyah Ibrahim di Sangatta, Selasa.

Dikemukakan, beberapa perusahaan itu telah melakaukan pelanggaran karena tidak memiliki izin angkutan sungai dan surat pengeporasian pelabuhan dari Dinas Perhubungan Kutim dan Kementerian Perhubungan RI. Ada juga di antara mereka yang hanya menggunakan rekomendasi dari Pemkab Kutai Timur tahun 2009, Syahbandar dan Pemprov Kaltim tahun 2010 lalu. “Mereka harus diberi tindakan tegas sesuai peraturan dan hukum yang berlaku,” katanya.

Nama-nama perusahaan itu di antaranya adalah PT MEA yang beroperasi di Sempayau, Sangkulirang. Perusahan ini tidak memiliki izin lokasi pembangunan dan izin pengoperasian pelabuhan. Kemudian PT GAM di Sempayau yang izinnya hanya sebatas rekomendasi dari Pemkab Kutim tahun 2009, syahbandar dan Pemprov Kaltim tahun 2010. Kemudian PT Hanurata di Kelolokan, Sangkulirang, juga belum memiliki izin log pond dari Dishub Kutim, dan tidak memiliki izin pengoperasian kapal sungai.

Perusahaan lainnya adalah PT HAK, di Kelolokan yang belum memiliki izin log pon dari Dishub Kutim dan belum memiliki izin pengoperasian kapal angkutan sungai. PT EBL di kecamatan Karangan, belum memiliki izin log pond, tidak memiliki izin angkutan sungai, dan mengoperasikan pelabuhan tanpa izin dari Kementerian Perhubungan RI.

PT BKS yang beroperasi di Pangadan, juga tidak memiliki izin log pond, PT Telen di Karangan belum meiliki izin pelabuhan, kemudian PT Indexim di Maloy yang tidak memperpanjang izin stok filenya, PT Indexim di Kaliorang yang melakukan penambahan areal pelabuhan (Jetty) tanpa melapor ke Dishub Kutim. Selanjutnya PT Damanka Prima di Batota, Sangatta Utara, belum memiliki izin operasional dari Kementerian Perhubungan RI dan Syahbandar, serta tidak melaporkan list batu bara yang dikeluarkan tahun 2012. Juga PT Sinergi di Bual-bual (Sangklulirang) yang perizinannya hanya sebatas rekomendasi Bupati Kutim, sedangkan PT KIN di Bengalon tidak meiliki izin pengoperasian angkutan sungai. [as]


1 Comment

  1. Jauh di bawah UMK padahal daerah tersebut sangat kaya (PDB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Just To Inform

085883568081
05.00 pm
March 2013
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: