my KUTAI TIMUR

Home » Sosial » Ribuan Warga Kongbeng Andalkan Air Hujan

Ribuan Warga Kongbeng Andalkan Air Hujan

[Sangatta]: Sungguh ironis! Ternyata sangat banyak warga Kutim kesulitan air bersih, dan selama bertahun-tahun hanya mengandalkan air hujan untuk memasak dan minum.Ketika pembangunan Ibu Kota Sangatta terus digencarkan, para pejabat dan anggota dewan di Kutai Timur selalu menikmati kesenangan, dan Bupati Kutim Isran Noor semakin sibuk dengan berbagai urusan, justru sebanyak 1.425 jiwa penduduk warga eks transmigrasi di Desa Kongbeng Indah, Kecamatan Kongbeng, telah bertahun-tahun hidup susah dan kesulitan air bersih. Selama bertahun-tahun mereka hanya mengandalkan air hujan untuk hanya masak dan minum.

Salah seorang warga bernama Stevanus, eks warga transmigrasi asal NTT, saat datang ke Sangatta, kemarin, bercerita. Sejak ia datang tahun 1989 ke Desa Kongbeng, katanya, sejak itu pula ia dan warga lainnya, hidup hanya mengandalkan air hujan untuk mengolah makanan dan minum sehari-hari”kata Stevanus warga desa Kongbeng Indah, di Sangatta, Rabu.

“Sejak 1989 hingga tahun 2013, Desa Kongbeng Indah telah dipadati 625 KK atau sebanyak 1..425 jiwa. Selama 23 tahun lebih, kami hanya berharap air hujan turun. Jika tidak turun hujan, kami akan sulit makan dan minum,” kata Stevanus yang mengaku sebagai bendahara di Pemerintahan Desa Kongbeng Indah.

Ia bercerita, bertahun-tahun, warga Kombeng menampung air hujan di wadah plastik, drum atau tandon air. Biasanya setiap rumah memiliki beberapa tempat penampungan
air hujan untuk persediaan beberapa minggu. Warga juga harus sangat berhemat, karena jika hujan tidak turun, atau di saat musim kemarau, maka warga praktis akan sulit mendapatkan air bersih. Sedangkan untuk mandi dan cuci, biasanya warga membuat sumur gali, namun airnya tidak bisa dikonsumsi.

Kepala Desa Kongbeng Indah, Anwar, juga membenarkan sulitnya warga Kongbeng memperoleh air bersih, karena tidak ada sumber air bersih di desanya, sedangkan air sumur gali sama sekali tidak layak dikonsumsi karena keruh. “Bukan hanya warga Kongbeng Indah saja yang sulit memperoleh air bersih, warga desa lain juga sama, bertahun-tahun hanya mengandalkan air hujan untuk memasak dan minum, misalnya ribuan warga di Desa Pantun Indah,” katanya.

Jika di musim kemarau, katanya, ketika sama sekali tidak ada air bersih, warga desa biasanya terpaksa membeli air bersih dari depo air isi ulang, namun tidak semua warga memiliki uang untuk membelinya. Anwar dan Stevanus berharap pemerintah daerah dan DPRD bisa membantu warga dengan membangun jaringan air PDAM.

“Kami ke Sangatta untuk menemui dan mengadu ke anggota DPRD agar pemerintah daerah bisa segera membantu kami warga desa yang selama bertahun-tahun selalu kesulitan memperoleh air bersih,” kata Anwar.

Sementara itu anggota DPRD Kutim, Isnorawati, mengatakan, akan menyampaikan persoalan itu ke Bupati Kutim Isran Noor, dan dapat membantu kesulitan warga akan air bersih, misalnya dengan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kongbeng. Ia juga mengaku prihatin dengan kondisi warga Kongbeng dan Pantun Indah yang lebih dari 10 tahun hanya mengandalkan air hujan untuk memasak dan minum. [as/mys]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Just To Inform

085883568081
05.00 pm
March 2013
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: